Wednesday, December 02, 2009

Melaut lagi...

Untuk ke sekian kali,
dan aku belum nemu chemistry-nya
Hah, entahlah...

(@Conf. room, Attaka field)

Saturday, November 21, 2009

Make a wish...kembang pete...

Ini sebuah cerita, cerita kita bertiga. Keisengan luar biasa di sebuah Mall beberapa waktu lalu. Dengan membayar uang 2000 perak, kita bisa menulis permintaan di sebuah kertas lalu meletakkannya di pohon buatan yang mereka sebut sebagai make a wish tree. Kami bertiga sepakat menulis : "New Job, High Income, Better Life!" Hehe, namanya juga make a wish, sah-sah aja kan kalau sedikit lebay...

Entah karena alam telah berkonspirasi bersama kami sehingga harapan itu terwujud(Ups, Paulo Coelho banget ya?), atau karena memang usaha kami, yang jelas Sang Maha Kuasa akhirnya mewujudkan salah satu mimpi itu.

Minggu ini sebenarnya kami ingin merayakannya dengan pergi nggembel ke Bandung. Iseng bikin make a wish lagi dan berharap bisa meletakkannya di salah satu pohon di kota itu. Wuakakak! Tapi begitulah, dan begitulah. Salah satu di antara kami sempat menanyakan apa yang aku tulis nanti di kertas make a wish itu. Random kubilang "hmm...akan kutulis bahwa aku pengen punya suami". Dunia serentak runtuh karena gelegar tawanya, sialan! Memangnya aneh ya ketika seorang Lena akhirnya menyatakan itu. Rada aneh memang, tapi...gak aneh-aneh banget ah, rasanya tidak patut ditertawakan secara berlebihan. Hehe! Di tengah ketidakpercayaannya dia sempat menanyakan lagi tentang kriteria laki-laki yang kuinginkan menjadi suami. Gubrax deh! Well, seperti apa? Entahlah, mungkin seseorang yang mau ngasih aku kembang pete, tanda cinta abadi meski kere...(Iwan Fals mode on).

Ah, menikah? Punya suami? Hmm, jadi inget novel Anne of Green Gables, ketika si Anne kecil bercerita kepada Matthew calon ayah angkatnya dalam perjalanannya di dalam kereta: "Aku sendiri tidak pernah berpikir menjadi pengantin. Aku sangat biasa-biasa saja sehingga tak akan ada orang yang mau menikahiku-kecuali jika ada seorang misionaris asing. Aku berpikir bahwa seorang misionaris asing tidak terlalu istimewa. Tapi, aku betul-betul berharap bahwa suatu hari aku akan memiliki gaun putih. Itu adalah salah satu hal ideal tertinggi dari harapan duniawiku..."

Ups, ngelantur kemana pikiranku barusan? Beradu imajinasi dengan Anne dari Green Gables? Busyet dah! Saatnya kembali Len...!

Yang jelas, rencana perayaan ke Bandung itu akhirnya dipastikan gagal. Salah satu diantara kami sedang tepar gara-gara digigit nyamuk, payah...preman kok kena Malaria!

Yach, yo wislah. Berarti field break kali ini kan kuhabiskan di kampung halaman tercinta sambil menanti datangnya Idul Adha.

Hey, tadi aku sempat menulis tentang kembang pete kan? Tentang tanda cinta abadi meski kere. Ini dia lirik lengkapnya...Kembang Pete by Iwan Fals...

"Ku berikan padamu
Setangkai kembang pete
Tanda cinta abadi namun kere
Buang jauh-jauh impian mulukmu
Sebab kita tak boleh bikin uang palsu

Kalau diantara kita jatuh sakit
Lebih baik tak usah ke dokter
Sebab ongkos dokter disini
Terkait di awan tinggi


Cinta kita cinta jalanan
Yang tegak mabuk dipersimpangan
Cinta kita jalanan
Yang sombong menghadap keadaan

Semoga hidup kita bahagia
Semoga hidup kita sejahtera

Semoga hidup kita bahagia
Semoga hidup kita sejahtera


Kuberikan padamu sebuah batu akik
Tanda sayang bathin yang tercekik
Rawat baik-baik walau kita terjepit
Dari kesempatan yang semakin sempit"


...aku rindu perjuangan, ketika semua tidak "sesemudah" sekarang. Ketika aku harus berpikir berkali-kali dan berani bermimpi tentang "suatu hari...". Ah, kembang pete...

Tuesday, November 10, 2009

Ketika seorang pemimpi mempertanyakan mimpinya....

Ketika seorang pemimpi mempertanyakan mimpi-mimpinya. Mulai ragu akan jalan yang ditapakinya...yeah...inilah keadaanku sekarang. Terkapar dalam ribuan pertanyaan, ketidakyakinan pilihan, dan kerinduan akan banyak hal.

Bermula dari sebuah hal iseng, membuka website departemenku, mengamati isinya dan terantuk pada sebuah artikel. Artikel tentang kisah seorang profesor filsafat yang bercerita tentang batu, kerikil dan pasir di depan mahasiswa-nya. Dan...semunya berawal...

Pasir dan kerikil, itulah yang memenuhi isi otakku, hal yang sebenarnya nggak penting tetapi kupentingkan dalam hidup. Berdalih mimpi, karena itulah satu-satunya mazhab yang kukenal. Sementara batu, kutinggalkan mereka...kuabaikan mereka, dan sekali lagi smuanya berdalih mimpi!

Hah, saat ini aku sedang merindukan byk hal. Ayahku, ibuku, adikku, kucingku, rumahku. Berdalih mimpi, aku telah mengabaikan "batu-batu" itu, hal-hal yang penting yang seharusnya kuhabiskan waktuku.

Aku nggak tahu, harus mulai dari mana untuk membenahinya, mengatur ulang segalanya. Hingga batu-batu itu memenuhi kotak hidupku, sedangkan kerikil dan pasir hanya mengisi sela-sela kosongnya saja...

Tuesday, October 27, 2009

Selalu ada waktu untuk masa lalu...

Selalu ada keajaiban setiap harinya. Entah itu apa, tapi kuyakin ada. Lalu doa rutinku setiap pagi adalah "Bismillah, Tuhan...semoga aku menemukan keajaiban hari ini". Hidupku datar (mungkin), dan aku paling suka kejutan-kejutan.

Buat Rini, sahabatku jaman kuliah dulu...terima kasih telah menjadi kejutan buat hidupku kemarin. Kau tahu, tak ada yang lebih indah daripada mengenang masa lalu. Kita rangkai mozaik lama yang berserak, meski cuma 2 jam kita bertemu. Indah Rin...

Sepanjang Ngesrep-FKM Tembalang. Sepanjang gang Sumurboto II. RM Kartika Sari (dulu kita hanya mampu beli nasi rames & nasi pecelnya. Kpn kita bisa makan di sana lagi? Kalau perlu kita borong makanan paling mahal sebanyak-banyaknya! Balas dendam!Hahaha!), teman-teman kita dulu lengkap dengan segenap ceritanya, cah sumurboto II/21, sego kucing depan P2AT, Mbak Awi, Mbahe, segenap warna kost-kost-ane Pa'e, VCD ehm, apalagi yang belum kusebut Rin...?

Selalu ada waktu untuk masa lalu, mengenangnya, dan mensyukurinya...

Kelak, gantian aku yang ke Jogja, semoga! Akrabkan aku pada kebersahajaan dan kehangatan kotamu ya. Aku sudah sangat lelah dengan Jakarta...

Monday, October 26, 2009

Perahu Kertas

Aku penggemar buku fiksi. Ada satu efek yang kerap kudapat tiap selesai membacanya. Efek dahsyat buat otakku, vitamin imajinasiku, meski ada beberapa yang menjadi sumber perusak akal sehatku. Tapi aku menikmatinya. Dan sh*t! Sumpah aku sedang tidak mengharapkan efek apapun terjadi, buku itu sebenarnya ingin kusimpan dan nggak akan kubaca sampai aku ke laut lusa nanti, menjadi temanku menikmati kemahaluasan samudra kalimantan sana. Tapi ia begitu menggoda...bagaimana tidka menggoda jika ia ditulis oleh salah satu pengarang favoritku?

Novelnya mirip teenlit atau chicklit (whatever apaan itu sebutannya!). Tumben. Tapi aku tahu...pengarang favoritku tetaplah juara meski harus bermain-main dengan cerita yang ringan dan sama sekali jauh dari "kesan berat" yang selama ini diusungnya. Sebenarnya ceritanya sangat biasa...tapi efeknya begitu sialan! Mau tahu akibatnya buat diriku saat ini setelah aku katam membacanya semalam?

"bahwa aku ingin berhenti berlari, menangis, melepaskan, tapi tetap mengharapkan keajaiban. Tak perlu malu untuk menjadi lemah sejenak, dan aku tak butuh berpura-pura menjadi kuat..."

..............................

Saturday, October 17, 2009

Here...@MTR-2

Senyumku
mengikhlaskanmu
keluar sepenuhnya dari hatiku
kuyakin tak ada kesedihan
telah lama sekali aku mempersiapkannya...

Selamat berbahagia untuk semuanya :-)

Thursday, October 01, 2009

Starting New Chapter...

"Bukankah selamanya, kasih sayang itu tak menyadari kedalamannya sendiri...sampai datang saat berpisah...?" (Kahlil Gibran)

Airmataku masih tertahan sejak kemarin. Aku masih baik-baik saja saat mengirim farewell letter via email ke semua rekan kerja di Boart Longyear. Beberapa balasan , memang membuatku sempat me-rewind kembali apa yang pernah terjadi selama 5 tahun lebihku bergabung dengan perusahaan itu. Waktu packing barang-barang dari atas meja kerja, aku juga masih tersenyum. Saat keliling salaman perpisahan ke semua temen-temen di kantor, kebahagianlah yang kucoba pancarkan ke semua. Sekali lagi juga tak ada airmata yang keluar saat pesta perpisahan dengan teman-teman Dept. EHS semalam, meski sebenarnya mungkin nyaris keluar...

Pagi tadi juga aku masih baik-baik saja, tapi tidak setelah itu...
Tiba-tiba aku merasa kehilangan...ada yang hilang...banyak yang hilang. Ujung mataku basah. Hah...!!!
Banyak yang terjadi. Dari kantor sampai site, dari site mining sampai eksplorasi, semuanya luar biasa.

Dalam kurun waktu 5 tahun lebih, aku pernah bahagia di dalamnya, aku pernah sedih bersamanya, aku pernah berjuang untuknya, aku pernah tertawa karenanya...bagaimana bisa aku meninggalkan semua itu tanpa rasa begitu saja? Kepingan jiwaku sudah terlanjur bertebaran di sepanjang jalan itu...

Terima kasih untuk semuanya!

Tapi hidup tak bisa menunggu...

Bismillah, aku akan menjalani babak baruku. No another Lena in BLY, tapi pasti akan datang Lena Lena yang lain yang lebih segalanya dari Lena ini...:-)

Aku menangis dulu sebentar, setelah ini...semuanya akan kembali normal.

PS. Special thanks untuk teman-teman di Dept. EHS, thanks untuk pestanya, trims untuk kenang-kenangannya, dan yang paling penting adalah...terima kasih untuk pertemanan & persahabatan kita semua!!!